Saat chat menumpuk, balasan jadi pendek dan dingin
Intim membuka beberapa chat sekaligus, merangkum riwayat tiap pelanggan, dan menyiapkan draf dengan sapaan dan gaya timmu. Timmu membaca, lalu menekan Kirim.
Pelanggan tetap chat ke nomor WhatsApp bisnismu seperti biasa.

Beberapa chat berdampingan. Tahan Ctrl atau ⌘ sambil klik chat, sampai empat sekaligus dalam satu jendela.
Draf sudah menunggu. Setiap chat yang dibuka sudah punya draf dan ringkasan pelanggannya.
Tidak ada balasan dobel. Kalau Andi sedang mengetik untuk Pak Rudi, yang lain melihatnya dan tidak ikut membalas.
Banyak nomor, satu kotak masuk. Nomor CS, sales dan cabang masuk ke satu tempat, masing-masing diberi label, dan balasan keluar lewat nomor yang sama.
Fitur utama
Nomor CS, nomor sales, nomor tiap cabang, sampai HP pemilik. Tidak perlu lagi memegang lima HP atau bergantian login WhatsApp Web.
Masalahnya
Pelanggan memilih chat lewat WhatsApp karena terasa seperti ngobrol dengan orang yang kenal mereka. Begitu bisnis tumbuh, rasa itu pelan-pelan hilang.
Jam makan siang, dua puluh chat masuk bersamaan. Yang sempat dibalas cuma yang paling atas, dan pelanggan yang tidak sabar pesan di tempat lain.
Supaya cepat, semua dibalas “Halo Kak, ada yang bisa dibantu?”. Termasuk pelanggan yang sudah tujuh kali belanja dan biasa dipanggil Boss.
Saat ia cuti atau pindah kerja, pelanggan setia ditanya ulang, “Maaf, dengan siapa ya?”. Semua yang ia ingat ikut pergi.
“Ketik 1 untuk harga, ketik 2 untuk admin.” Chat memang cepat dijawab, tapi pelanggan merasa bicara dengan mesin, dan yang ingin dilayani orang memilih pergi.
Cara kerja
Boss Hendra sudah tujuh kali berlibur lewat sebuah agen travel. Ini yang terjadi saat ia chat lagi.
Boss Hendra menulis, “Cik, Desember mau ke Tokyo lagi kayak Maret kemarin, 4 orang.”
Di atas chat: tujuh trip sejak 2023, istrinya vegetarian, anak-anaknya kehabisan tiket DisneySea bulan Maret.
Dengan “Siap Boss Hendra 🙏”, nomor penerbangan, harga per orang, dan kursi aisle seperti biasa. AI juga menyarankan menawarkan DisneySea.
Ia menambah satu kalimat soal DisneySea dan mengirim. Pelanggan dibalas oleh orang yang mengenalnya, tanpa menunggu lama.

Buku pelanggan
Buku ini terisi sendiri dari chat: nama di HP, sapaan dari tiap orang di timmu, keluarga dan kebiasaannya, dokumen yang perlu diingat, riwayat transaksi, dan ringkasan percakapan terakhir.
Timmu boleh menambah catatan bebas, seperti “ulang tahun istrinya 14 Desember”. Kontak dari HP dan database perusahaan masuk ke buku yang sama, dan isinya dikirim balik ke sistem yang sudah kamu pakai.


Makin lama makin kenal
AI belajar dari setiap koreksi. Dewi memanggil “Boss Hendra”, pemiliknya memanggil “Pak Hendra”, dan keduanya dihafal. Panjang pesan, emoji dan cara berterima kasih ikut ditiru.
Koreksi yang sama berulang kali diusulkan jadi aturan, misalnya “selalu sebut nomor penerbangan dan jam”, dan baru berlaku setelah kamu setujui.
Kendali tetap di timmu
Di Lite dan Pro, setiap pesan ke pelanggan dikirim oleh orang di timmu. Balasan otomatis hanya ada di Custom, untuk topik yang kamu pilih sendiri.
Chat yang berisi keluhan, refund atau hal sensitif ditandai merah dan naik ke paling atas.
Pakai nomor pribadi pemilik atau sales? Kontak yang ditandai pribadi tidak disimpan dan tidak dipelajari.
Contoh balasan, aturan dan ringkasan hanya dipakai untuk bisnismu sendiri.
Harga tergantung jumlah nomor, jumlah orang di tim dan sistem yang perlu disambungkan. Kami hitungkan bersama dalam call 15 menit. Untuk Custom, ceritakan cara kerja timmu dan kami usulkan bentuknya.
Satu kotak masuk WhatsApp untuk seluruh tim, tanpa AI.
Semua yang ada di Lite, ditambah AI yang menyiapkan setiap balasan.
Semua yang ada di Pro, dibentuk mengikuti cara kerja bisnismu. Kami rancang bersama timmu.
Setiap bisnis baru kami temani sendiri di minggu-minggu pertama, sampai AI-nya hafal gaya timmu dan pelangganmu. Karena itu kami membuka akses beberapa bisnis setiap minggu.
Isi formulir ini dan kamu langsung tahu urutanmu. Kami hubungi lewat WhatsApp untuk menjadwalkan call.
Tidak. Pelanggan tetap chat ke nomor WhatsApp bisnismu seperti biasa. Yang berubah hanya layar timmu.
Nomor bisnismu sendiri, ditautkan lewat Warsita dengan scan QR, mirip WhatsApp Web. Bisa satu nomor bersama untuk seluruh tim, atau beberapa nomor sekaligus, misalnya nomor CS, nomor sales dan nomor tiap cabang. Semuanya masuk ke satu kotak masuk.
Dari cara timmu menyapa di chat dan dari nama yang tersimpan di HP. Sapaan dicatat untuk setiap pasangan orang di timmu dan pelanggan. Selama belum ada contohnya, AI memakai “Kak”.
Di Lite dan Pro, tidak. AI membaca chat, merangkum riwayat pelanggan dan menyiapkan draf, lalu orang di timmu yang mengirim. Di Custom, kamu bisa mengizinkan balasan otomatis untuk topik tertentu, misalnya jam buka atau kirim ulang e-tiket.
Bisa. Kontak dari database perusahaan masuk ke buku pelanggan, dan ringkasan setiap percakapan dikirim balik ke sistemmu.
Tergantung jumlah nomor, jumlah orang di tim dan sistem yang perlu disambungkan. Kami hitungkan bersama dalam call 15 menit.